Orang Ini Sukses Meski Berkantor di Mobil Ambulance

Kesuksesan.info - Kesuksesan itu selalu ada dimana saja tergantung bagaimana kita mengejarnya. Kesuksesan juga tidak memandang kondisi ataupun lingkungan. Justru kesuksesan itu terbentuk dari sebuah kondisi lingkungan yang tertata denga baik.

Kali ini saya akan memberikan inspirasi kesuksesan yang dialami oleh  Wahyu Aji Kristanto yang merubah hidupnya dari orang kantoran yang selalu terikat dengan waktu dan pekerjaan di kantor. Sekarang menjadi wirausahawan yang sukses meski berkantor di atas mobil ambulancenya.


Penasaran kisahnya, mari kita simak ceritanya berikut ini:

Kisah Sukses Wahyu Aji Kristanto

Jabatan mentereng ditinggalkan, gaji puluhan juta dan bonus ratusan juta juga dia lepaskan. Dulu dia adalah maintenance manager perusahaan nasional Astra Agro Lestari di Pelalawan Riau. Kerja kerasnya membuat pabrik itu meraih best performance dari seluruh kota. Jabatan baru ditawarkan sebagai mill manager pabrik di Kalimantan. Aji memilih mundur pulang ke Jogjakarta agar dekat dengan orang tuanya yang tinggal di Kaliurang, dan memulai jadi entrepreneur!

"Sudah capek mas ngejar karir, hidup diporsir siang malam mikir kerjaan.. Dah gak ada waktu untuk memikirkan sesama, bosan luar biasa" katanya waktu itu.
Lalu bisnismu apa sekarang Ji?

"Saya punya perusahaan CV Indo Aji Pratama yang bergerak di bidang supplyer alat laboratorium dan chemical mas, saya datangkan langsung dari dari berbagai pabrik, sehingga harga bisa lebih murah dari toko yang besar-besar itu, saya dan team fokus penjualan online dengan pasar seluruh Indonesia"

Apa yang unik?

Saya sering melihat Aji kalo siang hari membuka laptop kerjanya di dalam ambulance milik #SedekahRombongan yang tiap hari disopirinya. Ketika dia menjemput pasien-pasien duafa sakit dari pelosok Gunung Kidul terus dibawa turun ke Jogja untuk proses berobat di RS, disela waktunya itulah dia bekerja di dalam ambulance menawarkan dan menyelesaikan pesanan via online.
Kok bisa ya?
"Ya bisa mas, gudang saya di wilayah Kotagede Jogja mas, dibantu 3 karyawan bagian pengiriman, saya siap jualan dimana saja asal ada laptop dan internet. Ketika ada pesanan saya tinggal kontak tim saya untuk dilakukan pengiriman.. Beres mas! Dan saya tetap bisa di jalanan mengantar jemput duafa sakit, saya merasa hidup saya berarti di sini.." lanjutnya.

Jadi kurir relawan di #SedekahRombongan kan tidak digaji. Pernahkan merasa waktu tersita melayani duafa hingga gak sempet cari rezeki?

"Ah rezeki itu haknya ALLAH mas, saya hanya mencari rejeki yang halal dan membawa keberkahan. Saya pernah menolak menyuplai cairan kimia untuk dua BUMD mas, keuntungan di depan mata 25 juta dan 20 juta... Direktur di sana minta jatah perkilo dari bahan yang saya supply, padahal saya biasa mengirim ton-tonan! Ngerii mas sogokannya.. Buat apa sih saya dapat uang kalo gak berkah?"

Mmm... Gak semua orang kuat menahan godaan ini, dan Aji ternyata bisa melewatinya.

"Soal ambulance ini lucu juga mas, hehe.. Dulu waktu saya diwisuda di kampus Akprind Jogja, pas mau berangkat hanya ada mobil ambulance di rumah karena bapak saya pengurus di PMI, ya sudah berangkat ke kampus pakai toga naik ambulance. Dan ternyata sekarang saya jadi sopir ambulance!! Saya enjoy dengan pekerjaan ini, alhamdulillah sudah ada 2 ambulance #SedekahRombongan di Gunung Kidul, satu saya taruh ke rumah, kalo pagi saya menjemput pasien-pasien, bawa turun ke Jogja, ketika mereka berobat saya bisa bekerja di dalam ambulance. Nanti sore atau malam saya naik lagi ke Gunung Kidul mengantarkan mereka.."

Kok milih Gunung Kidul ji? Kok gak tinggal di kota Jogja saja?

"Saya enjoy tinggal disana, jalan-jalan masih sepi, lebar dan mulus.. jauh dari macet dan bisingnya kota, cuma 45 menit sudah sampai Jogja, biaya hidup juga murah. Banyak duafa sakit kanker saya temukan disini, mungkin sudah panggilan hati ya mas.. Biarlah ini jadi jalan saya mewakafkan waktu di hidup saya, buat bekal nanti di akherat.."

Ketika dua minggu lalu saya diajak Aji berkeliling Gunung Kidul ke rumah pasien-pasien yang dia dampingi, saya melihat langsung kesaksian mereka. 

"Masya Allah pak, saya bener-benerrrr berterimakasih pada mas Aji, hampir dua tahun saya berobat kanker payudara, mas Aji yang rutin menjemput saya bahkan pulang hingga larut malam ke dusun saya ini. Allah yang akan membalas langsung kebaikan mas Aji.." Kata bu Wastinah dengan mata berkaca-kaca.

Inilah hidup.. Sebuah pilihan kemana arah akan ditentukan. Khairunnas anfauhum linnas.. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Aspal jalan antara Gunung Kidul-Jogjakarta kelak pun akan jadi saksi untuk Aji, saat tangan dan kaki diminta pertanggungjawabannya..

Sumber: https://www.facebook.com/wahyu.a.kristanto

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment