Tips dan Trik Sederhana Agar Sukses Menghadapi Interview (Wawancara Kerja)


Pada umumnya, setiap orang yang akan melamar pekerjaan akan melalui tahap wawancara. Setelah lulus seleksi dokumen (surat lamaran kerja dan CV) dan psikotest, tes wawancara merupakan tes yang paling menentukan diterima atau tidaknya si pelamar kerja di perusahaan. Tes wawancara sering dikatakan sebagai momok dalam melamar pekerjaan karena cenderung menegangkan untuk orang-orang yang baru pertama kali melamar pekerjaan. Sehingga sering kali bagi pelamar kerja pemula mengalami kegagalan pada tahap tes ini.

Salah satu penyebab kegagalan dalam tes wawancara adalah kurangnya persiapan sang pelamar kerja terkait materi wawancara dan perilaku sebelum tes wawancara dimulai. Sehingga, ketika wawancara kerja berlangsung, peserta akan merasa gugup dalam menjawab pertanyaan, dan performa saat wawancara pun menjadi kurang baik.

Tes wawancara biasanya terdiri dari dua tahap, yaitu wawancara tim HRD dan tim User. Pada tahapan tes ini, kita akan bertemu langsung dengan pihak perusahaan. Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan persiapan dengan matang agar bisa memberikan jawaban dan performa terbaik.
 
TIPS yang dapat dilakukan sebelum menghadapi wawancara kerja antara lain.

1. Berikan Penampilan Terbaik

Sebelum melakukan wawancara, pilihlah pakaian yang bersih dan rapi. Selain itu, rapikan penampilan kamu, seperti memotong rambut, serta mencukur jenggot dan kumis. Bagi perempuan, kamu dapat menata rambut danmenggunakan make up sederhana. Dalam tes wawancara, prinsip don’t judge a book by its cover alias “jangan menilai seseorang dari penampilannya” ini tidak berlaku. Hal ini karena pewawancara tidak mempunyai banyak waktu untuk mengenal dan menggali secara jauh tentang pribadimu dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, hal utama yang akan diperhatikan oleh pewawancara, bahkan sebelum wawancara dimulai, adalah penampilan. Penampilan menentukan segalanya. Logikanya, apabila kamu tidak dapat mengurus diri sendiri, bagaimana bisa mengurus pekerjaan dengan baik? Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin untuk memberikan kesan pertama yang baik.

2. Datang Lebih Awal

Usahakan untuk datang lebih awal pada saat jadwal tes wawancara. Dengan datang lebih awal, kamu akan memiliki waktu yang dapat digunakan untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan lainnya, seperti merapikan pakaian dan make up.

Selain itu, dengan datang lebih awal, kamu dapat mengetahui lokasi tes wawancara dan tempat-tempat tertentu yang diperlukan, seperti toilet dan tempat salat. Dengan begitu kamu tidak membutuhkan banyak waktu untuk menuju tempat-tempat tersebut.
3. Menetapkan Harapanmu

Pada umumnya, sebelum melakukan tes wawancara kamu akan diberi formulir wawancara. Biasanya isinya adalah informasi tambahan yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan, seperti gaji yang diharapkan, lingkungan pekerjaan yang diinginkan, kesediaan untuk ditempatkan di luar kota/provinsi, fasilitas yang diharapkan, dan lain sebagainya.

Jangan mematok gaji atau fasilitas yang tidak rasional. Lebih baik kamu mengukur dan mempertimbangkan terlebih dahulu kemampuan kamu, bukan hanya mengikuti keinginan semata. Kemudian kamu dapat menyimpulkan seberapa layak kamu untuk mendapatkan gaji tertentu dan segala fasilitas yang akan diberikan perusahaan padamu kelak.

Sebelumnya, lebih baik kamu sudah menentukan jenis pekerjaan yang kamu inginkan, fasilitas apa saja yang kamu harapkan dari perusahaan tempat kamu bekerja, dan informasi standar gaji perusahaan bagi berbagai gelar kelulusan. Semakin banyak informasi yang kamu dapatkan, semakin matang persiapan kamu untuk melakukan tes wawancara.

4.Ketuk Pintu dan Bersalaman dengan Pewawancara Saat Memasuki Ruang Wawancara

Setelah nama kamu dipanggil untuk memasuki ruang wawancara, ketuklah pintu ruang wawancara terlebih dahulu, dan buka perlahan sambil memberi salam dengan senyum yang hangat. Setelah kamu dipersilakan duduk, jabatlah tangan pewawancara untuk mencairkan suasana yang tegang saat proses wawancara. Pewawancara akan mengetahui karakter kamu melalui cara kamu berjabat tangan, oleh karena itu jabatlah tangan mereka dengan penuh keyakinan.

5. Saat Wawancara Dimulai, Lakukan Kontak Mata

Saat wawancara dimulai, pandanglah kedua mata pewawancara. Kemudian berilah kesempatan pada pewawancara untuk memulai pembicaraan. Misalnya, menanyakan nama kamu dan menjelaskan tugas kamu di posisi yang kamu lamar. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk kamu mencerna informasi dari pewawancara. Saat kamu menjawab pertanyaan pewawancara, usahakan tatapan mata tidak kosong atau melamun. Hal ini berguna agar pewawancara berpikir bahwa kamu orang yang sangat serius untuk mendapatkan pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan mereka.

6. Tersenyum Selama Wawancara Berlangsung

Tersenyum selama tes wawancara berlangsung dapat memberikan kesan bahwa kamu menikmati percakapan dengan pewawancara. Selain itu, dengan tersenyum kamu akan memberikan energi positif pada diri sendiri, sehingga dapat mengontrol emosi. Pewawancara pun akan berpikir bahwa kamu tidak gugup dan percaya diri karena selalu memberikan senyuman hangat pada saat tes wawancara.

7.Menjawab Pertanyaan dengan Jelas dan Singkat

Dalam sebuah wawancara, ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya dijawab dengan singkat namun jelas. Beberapa contoh pertanyaan yang diajukan adalah “Apa yang menjadi kelebihan dan kekuranganmu?”, “Apa yang menjadi latar belakang kamu memilih pekerjaan ini?”, “Mengapa perusahaan kami harus memilih kamu untuk bergabung?” dan lain sebagainya. Usahakan kamu menjawab pertanyaan sesuai dengan jalur, dan jangan memberikan jawaban yang dapat menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan pewawancara.

Berikanlah jawaban yang tegas dan tidak bertele-tele. Karena jika kamu ragu-ragu dan bertele-tele dalam menjawab, pewawancara akan menilai kamu sebagai orang yang tidak bisa fokus pada satu masalah. Berikanlah jawaban yang jelas dan relevan.

8. Aktif dalam Percakapan

Ciptakan hubungan yang akrab dengan pewawancara dan ajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu harapkan. Misalnya tentang peraturan perusahaan, kebijakan perusahaan, hak dan kewajiban kamu apabila diterima bekerja.

Dengan aktif dalam percakapan dan mengajukan pertanyaan, kamu mendapatkan informasi yang lengkap juga akan memberikan kesan positif kepada pewawancara.

9. Tetap Rendah Hati

Walaupun kamu sudah cukup berpengalaman dalam bidang pekerjaan yang kamu lamar, tetaplah bersikap rendah hati. Permasalahan yang sering dihadapi oleh seorang fresh graduate adalah kurangnya kontrol terhadap emosi pada saat diwawancarai, terlebih lagi mereka yang selama kuliah selalu meraih Indeks Prestasi (IP) cumlaude. Jangan pernah merasa terlalu pandai hanya karena IP yang tinggi, karena dunia kerja sangatlah berbeda dengan saat kamu masih kuliah.

Jangan sampai kamu meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati yang kamu miliki akan sangat disukai, meskipun kamu memiliki pengalaman yang lebih dan merupakan lulusan terbaik sekali pun. Hal inilah yang akan menjadi cermin sikap kamu jika kamu diterima bekerja nanti.

10. Perlihatkan Minat dan Semangat

Tetaplah terlihat ekspresif selama proses wawancara berlangsung. Ekspresi wajah akan sangat berpengaruh terhadap mood pewawancara. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat pewawancara berminat dan yakin dengan kemampuanmu.

Jawablah pertanyaan dan ceritakan tentang pengalaman kamu dengan penuh semangat. Yakinkanlah pewawancara dengan semangat yang kamu sampaikan ketika menjawab. Tunjukkanlah bahwa kamu benar-benar menginginkan posisi yang ditawarkan dan yakinkanlah pewawancara bahwa kamu pantas untuk mendapatkan posisi tersebut. Ekspresi yang bersemangat akan menambah keyakinan pewawancara bahwa kamu akan sukses melakukan pekerjaan baru yang akan diberikan kepadamu nantinya.

11. Mengucapkan Terima Kasih

Setelah tes wawancara selesai, jangan langsung meninggalkan ruangan begitu saja. Ucapkanlah terima kasih terlebih dahulu kepada pewawancara, karena kamu telah diberi kesempatan untuk diwawancarai. Lalu jabat tangan mereka dengan mantap. Secara tidak langsung, perilaku ini akan memberikan kesan kepada pewawancara bahwa kamu orang yang memiliki good manner dan serius dalam memperjuangkan posisi pekerjaan tersebut.

Nach setelah membaca Tips sebelum melakukan Interview.

Sekarang saya akan membahas lagi bagaimana TRIK sederhana dalam menghadapi interview.

Selamat menyimak, dan semoga bisa membantumu, ya!

1. Sebelum wawancara, pergilah ke toilet dan cuci tanganmu dengan air hangat

Untuk sukses dalam wawancara kerja, kamu perlu persiapan matang. Berpakaian pantas dan datang lebih awal saja tidak cukup. Kamu juga harus menciptakan kesan bahwa kamu orang yang “yakin” dan percaya diri. Salah satu caranya, percaya atau tidak, adalah dengan membuat tangan kita hangat.
Sesi wawancara biasanya dimulai dengan jabatan tangan. Tangan yang dingin dan berkeringat akan menimbulkan kesan kalau kamu gugup dan nggak santai. Sebaliknya, tangan yang hangat dan kering akan secara bawah sadar menciptakan kesan bahwa kamu pribadi yang ramah dan terbuka.

2. Tirukan gerakan tubuh sang pewawancara

Jika seseorang tertarik dengan lawan bicaranya, secara tidak sadar dia akan menirukan gerak-gerik lawan bicara tersebut. Ketika lawan bicaranya menggaruk kepala, dia juga akan sedikit menggaruk kepalanya. Kalau lawan bicaranya mengerutkan dahi, dia akan ikut mengerutkan dahi.

Nah, tirukan saja gerak-gerik tubuh pewawancaramu untuk menimbulkan kesan bahwa kamu tertarik padanya dan menghargai dia. Jika kamu bisa melakukannya dengan halus, sang pewawancara akan lebih mempercayaimu dan menyukai pribadimu.

3. Selalu ambil waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan

Tunggulah hingga beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan. Ini akan membuatmu terlihat sebagai pribadi yang tenang dan percaya diri. Jawabanmu juga akan terdengar lebih meyakinkan. Pasalnya, seseorang yang memang yakin terhadap pendapatnya tak akan segan meminta lawan bicaranya menunggu beberapa detik sebelum mengatakan sesuatu. Secara psikologis, sesuatu yang baik memang pantas ditunggu-tunggu.

4. Hati-hati dengan bahasa tubuhmu

Kita biasanya tidak sadar dengan bahasa tubuh sendiri. Padahal, bahasa tubuh ini bisa mengatakan lebih dari apa yang mulut kita sampaikan. Tangan yang dilipat di depan dada menunjukkan ketidaknyamanan, dan bermain-main dengan pulpen bisa berarti kamu gugup. Hati-hati — jika sang pewawancara menangkap ketidaknyamanan kita, itu bisa membuatnya merasa tidak nyaman juga. Kebayang ‘kan sesi wawancaramu bakal jadi seperti apa?

5. Carilah hal yang kamu suka dari sang pewawancara

Hal-hal sederhana saja, seperti pertanyaan yang diajukannya. Puji dengan tulus ketika pertanyaan itu menarik bagimu. Tapi kalau kamu sebenarnya tidak suka atau menganggap pertanyaan-pertanyaannya biasa saja, ya jangan memaksa juga. Intinya adalah jadi cukup terbuka untuk menyukai sesuatu, dan cukup tulus untuk memujinya.

6. Sejak pertama kali tahu kapan tanggal wawancara, langsung visualisasikan sesi tanya-jawab yang ideal

Memvisualisasikan sesi interview ideal akan membantu otakmu lebih tenang. Visualisasi ini bisa kamu mulai sejak pertama kali kamu tahu kapan tanggal wawancaramu. Jika kamu diberitahu 1 minggu sebelum wawancara dimulai, maka sempatkanlah menghabiskan waktu setiap hari selama seminggu itu untuk membayangkan apa yang akan ditanyakan, dan bagaimana kamu akan menjawabnya.

Sepanjang sesi wawancara, visualisasikan pula bahwa kamu akan menjawab segala pertanyaan dengan tenang. Dengan begini, kamu tidak akan langsung panik ketika “ditodong” pertanyaan-pertanyaan yang rumit.

7. Baca baik-baik ekspresi tubuh sang pewawancara

Ekspresi tubuh sang pewawancara juga harus kamu awasi. Jadikan itu panduanmu untuk mengetahui apa saja yang harus kamu lakukan sepanjang wawancara.

Sebagai panduan awal, ada tiga ekspresi tubuh yang bisa kamu perhatikan. Jika pewawancara mencondongkan badannya ke arahmu, kemungkinan dia tertarik dengan jawaban yang kamu lontarkan. Jika dia terus menatapmu, sebenarnya dia menunggumu mengelaborasi jawaban yang sedang kamu berikan. Jika dia menaikkan alis, tarik napas dan tetap tenang. Jelaskan ulang jawabanmu dengan kata-kata yang lebih meyakinkan.

Cukup sederhana untuk kamu hapalkan, bukan?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment