Dibalik Kesuksesan Suami Ada Istri yang Sangat Hebat

Dibalik Kesuksesan Suami Ada Istri yang Sangat Hebat - Sering perkataan ini terdengar ditelinga. Tidak bisa dibayangkan bagaimana susahnya suami bila diganggu dengan sikap istri yang tidak mensupport kesuksesannya. Seorang istri yang berperilaku tidak baik, banyak menyimpan dari kepatuhan pada suaminya, sehingga menjadi masalah besar bagi suami dalam melakukan aktivitasnya. Suami menjadi tidak fokus bekerja, hatinya jadi kacau, fikirannya jadi ruwet lantaran memikirkan perbuatan istri yang tidak dapat dikendalikan. Inilah salah satu faktor yang menghambat kesuksesan suami.


Demikian sebaliknya, begitu nyaman hati suami waktu bekerja serta mengerjakan rutinitasnya, jika mempunyai istri yang solehah yang senantiasa melindungi dirinya dari perbuatan dosa. Istri yang pintar melindungi kehormatan meski tengah ditinggal suaminya bekerja, istri yang senantiasa memberi dukungan pada suami, memberikan ketenangan pada hati dan fikiran suaminya. Dengan situasi seperti itu, suami dapat bekerja maksimal, dapat memperoleh hasil yang memuaskan, hingga dapat meraih puncak kesuksesan. Dibalik kesuksesannya, ada dukungan yang begitu besar dari istri. 

Sebenarnya pada dasarnya suami dikatakan sukses jika sudah memenuhi tanggungjawabnya sebagai seorang suami. Berikut ini adalah tanggungjawab sebagai seorang suami yang perlu diketahui.
  1. Jika telah mampu melakukan fungsinya sebagai kepala rumah tangga, yaitu sebagai pemimpin dalam rumah tangga.
  2. Bila suami berhasil membimbing istri mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Nya.
  3. Mampu mengantarkan anak keturunannya menjalankan fungsi kehidupan mereka dimuka bumi ini, sesuai dengan aturan yang telah digariskan oleh Allah.
Dan begitupun sebaliknya istri dapat dikatakan hebat jika:
  1. Berhasil menjadi fungsi control bagi suami untuk tetap berada di jalur-Nya.
  2. Melahirkan dan membimbing anak-anaknya sesuai dengan aturan maupun petunjuk Allah.
  3. Berhasil mengendalikan fungsi dirinya dan meluruskan gerak langkahnya demi menjaga sunatullah yang telah ditetapkan
Pada intinya kedua ini harus mengingatkan akan tanggungjawab masing-masing dan senantiasa menjaga keharmonisan bahtera rumah tanggah menuju jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Ini akan melahirkan kerjasama yang lebih baik dan akan tersalurkan kepada generasi selanjutnya.

Ada kisah sangat menarik dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul tentang peran istri bagi sukses suami.

Diceritakan, Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antar negara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin.  
Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.  
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”  
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.  
“Astaga, untung kau ketemu aku,” ungkap Wheeler. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”
 “Bukan begitu, sayang,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” 

Kisah di atas sudah sangat populer, dan kita mendapatkan pelajaran penting bahwa para suami tidak boleh sombong dengan prestasi dan karier yang didapatkannya. Mungkin ia mengira bahwa dengan kerja kerasnya maka bisa mencapai posisi puncak di perusahaan. Mungkin ia mengira bahwa semua dari hasil jerih payahnya sendiri. Mungkin ia mengira sang istri hanya “sedikit membantu-bantu” dirinya, atau bahkan istri dianggap tidak pernah memberikan bantuan dalam upaya menggapai kesuksesan kariernya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment