Di Balik Kesuksesan Alibaba

Entrepreneur yang membuat belanja online booming di China dinobatkan sebagai entrepreneur yang paling bersinar di tahun 2014 silam. Dia adalah bos Alibaba, Jack Ma. Dia di anggap entrepreneur yang paling sukses setelah terjun di pasar saham. 

Jack Ma Image via google search

Rekor saham Grup Alibaba di Bursa Efek New York tahun lalu adalah salah satu aspek dibalik terpilihnya Jack Ma untuk menerima penghargaan tahunan. seperti yang di lansir dari laman enciety.co. 

Forbes mencatat, melonjaknya usaha e-commerce bikin finansial Ma lebih baik. Bekas guru Bhs Inggris ini dapat masuk dalam daftar orang paling kaya di China. Di prediksi kekayaannya capai USD 23 miliar. 

Dengan harga saham yang sangat menguat kira-kira lebih 35 % menjadi USD92, 7 per saham pada awal perdagangan perdananya, kekayaan Jack Ma sontak meroket sekitar lebih USD16 miliar. Hal semacam ini membuat Jack Ma langsung bergesermenempati takhta orang paling kaya di China. 

Kekayaan Ma bahkan semakin besar kalau dana hasil penjualan sahamnya yang sebesar USD800 juta juga dihitung. Lalu kemudian, dapat mencapai USD1 miliar jika underwritters meng-exercise opsi penambahan sahamnya. 

Menariknya, meski jadi orang paling kaya di China, Jack Ma nyatanya mengakui tidak bahagia. Pasalnya, dengan jadi yang paling kaya, dia terasa tertekan. “Orang lain biasanya mengatakan kalau jadi kaya itu bagus. Memang itu bagus. Lantaran saat Anda jadi orang paling kaya jadi tekanan akan datang, serta orang-orang mengitari Anda cuma untuk uang, ” ucapnya. “Saya cuma menginginkan orang memandang saya sebagai entrepreneur yang bahagia, serta saya ingin menjadi diri saya sendiri, ” katanya. 

Jack curhat kalausekarang ini ia terasa diberatkan dengan adanya banyak desakan akibat keberhasilan yang sudah dicapainya. Pasalnya, banyak dari koleganya yang menuntut lebih pada dirinya. 

Disamping itu, Jack memiliki cara tersendiri untuk menangani desakan itu, sekarang ini dia tengah mencari langkah bagaimana memakai uangnya untuk dikembalikan lagi ke pemegang sahamnya, dengan jalan melakukan bisnis. 

Tetapi, menurut dia, untuk menjadi dermawan mesti efisien dan efektif dalam mengeluarkan uang. Lantaran dia yakini kalau menggelontorkan duit untuk kebutuhan sosial lebih susah dibanding dalam mencari duit. “Mungkin saya bakal bersaing dengan Bill Gates untuk jadi dermawan yang lebih baik,” pungkas Jack. dikutip dari laman enciety.co

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment