Sukses Membuat Robot Tank | Kreasi Terbaru Mahasiswa Indonesia

Kisah Sukses Mahasiswa Indonesia - Indonesia sebenarnya banyak memiliki generasi-generasi yang mampu bersaing di mancanegara. Bersaing dalam hal berinovasi menciptakan penemuan-penemuan baru yang sangat bermanfaat bagi negara Indonesia sendiri. Jika ada anak bangsa yang mampu menciptakan alat pertahanan negara, kenapa mesti harus beli dari luar negeri? disamping mengeluarkan uang yang banyak mending buat anak-anak negeri saja yang buatin. he..he..he

Berikut ini adalah kisah sukses tiga mahasiswa Indonesia yang mampu menciptakan Robot Tank untuk pertahanan negara. Berikut ini sekilas cerita tentang ketiga mahasiswa berprestasi tersebut.

Berawal dari hobi sambil kuliah mahasiswa ini mencoba berkreasi membuat Robot Mini Tank tanpa awak untuk keperluan Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia. Dengan memiliki basis ilmu di bidang Elektro Bachtiar Dumais Laksana, Adhitya Whisnu Pratama dan Muhammad Iqbal Mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS), mampu merakit kendaraan taktis yang bisa dikendalikan lewat remote control yang di rancang sendiri.

Robot Tank via merdeka.com

Robot Tank ini di beri nama WAR-V1. WAR-V1 sudah dilirik oleh Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan, serta Batalyon Kavaleri 8 Divisi Infantri 2 Kostrad di Bandung. Tentunya ini merupakan sinyal positif akan diberikan dukungan oleh pemerintah atas prestasinya ini. Untuk mendukung aktivitasnya mengembangkan tekhnology ini, mereka mendirikan perusahaan sendiri yang diberi nama BDL-Tech. Modal yang digunakan adalah modal sendiri tanpa ada campur tangan pemerintah dalam pembuatan perusahaannya tersebut. Memang dari dulu mereka merencanakan ingin mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang hankam dan pendidikan. Akhirnya mereka mencoba merealisasikan mimpinya dengan mendesain produk awalnya. Desain dan model robot miliknya terinspirasi dari robot yang digunakan oleh militer Jepang.

Pembuatan robot ini memakan waktu kurang lebih satu tahun, lengkap dengan desain, mekanik dan rancang kendali elektronis atau remote control yang digunakan. Mereka mengaku kesulitan karena kebanyakan komponen yang diperlukan harus didatangkan dari China dengan harga belasan juta rupiah, dan belum termasuk bea impor.

Pembuatan robot ini juga termasuk dalam pengajuan dan penyelesaian skripsi untuk mencapai gelar sarjana. Saya sendiri salut atas kreatifitas yang dibuat oleh mereka bertiga. Semoga bisa mendapat dukungan dan perhatian yang lebih dari pemerintah Indonesia. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment