Kisah Sukses Peternak Sapi Indonesia | Sukses Menjadi Pengusaha Sapi di New Zealand

Kisah Sukses Peternak Sapi - New Zealand atau Slandia Baru adalah salah satu negara penghasil susu sapi terbesar di dunia. Bahkan Indonesia pun melakukan import susu sapi dari negara tersebut. Perkembangan ilmu peternakan sangat berkembang pesat di New Zealand. Banyak orang Indonesia yang belajar disana tentang Ilmu Peternakan. Seperti pengalaman yang sudah dikembangkan oleh Reza Abdul Jabar asal Pontianak Kalimantan Barat. Dia adalah salah satu pelajar yang sukses mengembangkan ilmu ternaknya hingga menjadi orang yang sukses.

Image via google search
Reza menceritakan tentang pengalaman bisnisnya yang sudah sukses di New Zealand. Reza yang awalnya hanyak peternak sapi hingga menjadi seorang pengusaha sapi sukses di New Zealand. Simak cerita lengkap seorang peternak sapi Indonesia yang sukses di luar negeri.

Semasa kecilnya Reza melewati pendidikan dasarnya di SDN 29 Jalan Putri Chandramidi, kemudian SMPN 3 Pontianak. Saat SMA dia pindah ke ibu kota dan sekolah di SMAN 3 Jakarta. Di masa SMA itu muncul cita-citanya ingin menjadi peternak. Ia juga sering menceritakannya kepada sang ayah waktu itu, dan ayahnya juga sangat mendukung beliau. 

Pada Desember 1992, Saat itu Reza kelas 2 SMA. Reza memutuskan untuk hijrah ke New Zealand. Itu dilakukan karena dia pikir New Zealand adalah negara yang ilmu peternakannya terbaik di dunia. Karena itu, dia harus belajar di sana. Setelah lulus SMA, Reza melanjutkan pendidikan ke fakultas pertanian dan peternakan di Massey University New Zealand. Hingga selesai S-2 nya.

Pengalaman pertamanya dia bekerja di peternakan sapi potong, rusa, kambing, dan domba. Selama empat tahun dia bekerja hingga diangkat menjadi manajer. Kemudian, dia pindah ke peternakan sapi perah terbesar di New Zealand. Saat itulah dia mengumpulkan modal untuk memulai bisnisnya.  Dan sang Istri juga bekerja di bank. 

Pada tahun 2002 modalnya pun terkumpul dan dia membelikannya 20 ekor sapi sebagai modal awal ternaknya. Seekor sapi pada saat itu seharga USD 1.000 (sekitar Rp 9,6 juta). Sapi-sapinya kemudian dipelihara di lahan milik orang. Hasil penjualan susunya dibagi rata 50:50 persen dengan pemilik lahan. Kemudian pindah lagi ke tempat lain dan disana dia membeli tanah untuk lahan peternakannya. Sejak itu Reza memutuskan untuk membuka usaha peternakan sendiri. Usahanya berkembang pesat. Sapinya yang semula hanya 20 ekor kini sudah menjadi 20 ribu ekor. Lahan peternakannya pun semakin luas. Sekarang sudah sekitar 800 hektare. Untuk mengurus semua itu, dia hanya mempekerjakan enam orang karyawannya. Dan sebagian besarnya dikerjakan oleh tenaga robot atau mekanis.

Tempat peternakan Reza juga biasa dikunjungi oleh orang Indonesia yang melakukan studi banding. Reza juga sangat perhatian dengan anak-anak negeri sehingga pernah mengusulkan kepada gubernur Kalbar dan menteri pertanian agar mengirim tenaga sarjana pertanian ke New Zealand. Biar banyak ahli yang bisa mengembangkan model peternakan ala New Zealand.


Bekal ketekunan yang membuat Reza menjadi "peternak karir" yang membuat dirinya bisa memiliki aset lebih dari NZD 20 juta. Tetapi bukan cuman itu, regulasi dan perhatian pemerintah setempat juga menjadi faktor yang tak dapat dikesampingkan. Regulasi di New Zealand, misalnya, memberikan keleluasaan kepada petani untuk memiliki lahan seperti yang dilakukan Reza. Pemerintah juga tidak membedakan antara Reza dan peternak asli New Zealand yang rata-rata Scottish. Inilah yang patut di contoh oleh Indonesia.

Itulah sedikit artikel "Kisah Sukses Peternak Sapi Indonesia | Sukses Menjadi Pengusaha Sapi di New Zealand". Semoga bisa menjadi bahan inspirasi bagi kita semua. Salam Sukses...!!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment