Kisah Sukses Pengusaha Tas | Bisnis Tas Ekspor Asli Indonesia

Martini, wanita muda yang bercita-cita ingin menjadi guru namun karena terhambat oleh biaya, akhirnya sekolahnya terputus di tengah jalan. Keadaan ini memaksa Martini untuk berjuang mencari biaya hidup untuk menopang keluarganya. Setiap hari dia menjual dagangan keliling Yogya sejauh 15 Km. Tidak lama menjalani hidupnya menjadi pedagang keliling akhirnya dia menikah di usia muda. Dengan maksud agar ada yang membantunya mencari uang. Namun, Pria yang dinikahinya pun hanya seorang buruh bangunan yang kehidupannya tidak jauh beda dengan dirinya. Pekerjaan suaminya tergantung dari banyaknya proyek yang ia kerjakan. Kalau tidak dapat proyek ya nganggur lagi. Martini juga sering ikut dengan suaminya ketika ada proyek yang dikerjakan diluar daerah seperti ke Padang, Sumatra Utara. Ia kemudian diperbantukan oleh perusahaan untuk bersih-bersih dan memasak makanan para buru. Itulah masa- masa sulit di kehidupannya menjadi seorang istri berbakti.
Martini
Awal Mula Merintis Bisnisnya

Dengan modal 250ribu dan motivasi dari majikan dia memulai bisnisnya.  Ia membeli satu mesin jahit bekas lalu pergi ke Congot, Kulon Progo, berkelana mencari bahan baku. Martini mencoba merintis usaha Tas dan Sendal yang ia anyam sendiri kemudian menjajakan produk anyamannya itu ke pedagang kerajinan. Dengan bermodalkan sepeda tua ia sambil berkeliling kota Yogya, mengantarkan produknya itu. 

Selang beberapa bulan produknya itu laku keras di pasar Yogya dan terpaksa Martini membuat Brand sendiri yang ia namakan Martini Natural.  Sejak awal tahun 2003 Martini Natural mulai berkembang pesat. Dia bahkan ikut berbagai pameran kerajinan, dan bisa membuka agen di wilayah Jakarta, juga aktif memasok beberapa toko di Bali. Ekspor produk pertamanya yaitu ke Puerto Rico. Dia juga melayani pesanan secara invidual. Salah satu pelanggan yaitu putri kedua SHB X, GRA. Nurmagupita atau Pembayun. Bisnisnya sendiri pernah jatuh pada saat gempa di Yogya tahun 2006; rumah sekaligus gudangnya ambruk.

Bisnisnya di Terpa Badai

Sejak terjadinya badai gempa di Yogya, bisnisnya pun ikut surut. Kondisi keuangannya semakin merosok. Pada saat sama pula pasaran produknya mulai menurun akibat dari badai gempa tersebut. Toko- toko di Yogya juga berhenti atau sepi pengunjung dan banyak pelanggan jadi telat membayar. Bahkan ada tunggakan mencapai angka 400 juta. Beruntung sebuah lembaga pembiyaan mau memberinya bantuan. Tahun 2007 Martini kemudian menerima penghargaan Dji Sam Soe Award, yang merupakan salah satu pelaku usaha kecil menengah terbaik Indonesia.

Martini Natural kembali Mencapai Puncak Kesuksesan

Selang beberapa bulan suaminya pun tidak tinggal diam. Kembali ia membantu istrinya mengembangkan bisnisnya Martini Natural. Bisnis ini bisa dibilang tidak terlalu rumit. Dia hanya menjual sandal dan tas dari anyaman eceng gondok. Menjadi istimewa bagaimana caranya memberdayakan masyarakat luas. Kini mereka mampu aktif merubah tanaman yang dianggap sampah menjadi produk pilihan. Bisnisnya cukup dikerjakan di belakang rumah yang diubahnya menjadi bengkel kerja. Dari kebun berluas 3000 meter persegi, ada 40 orang asik mengerjakan produk- produk anyaman tiap harinya.

Diluar pegawainya itu masih ada kelompok- kelompok binaan. Mereka para ibu- ibu yang mendapatkan perhatian khusus olehnya. Mereka akan mengerjakan tugas sesuai pesananan, dan bahan serta kelengkapan produksi akan diberikan oleh Martini langsung. Kelompok usahanya tersebar di daerah Gunung Kidul, Purworwjo, Bantul,, Sleman, Magelang dan Klaten. Total anggota kelompok tersebut mencapai 500 orang. Pekerja lepas ini hanya ditugasi membuat bagian tertentu dari sandal, sepatu atau tas.

Hasil dari kerajinan inilah yang mereka ekspor ke luar negeri seperti Prancis, Italia dan Spanyol. Mereka biasanya mengirim produknya dalam jumlah banyak minimalnya 20 ribu pasang setiap kali pengiriman. Rutinitasnya inilah yang menjadikan Martini dan suaminya sukses merintis bisnis yang berbahan baku enceng gondok ini.

Demikianlah artikel Kisah Sukses dari Ibu Martini Pengusaha Tas Ekspor. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua. Salam Sukses luar biasa...!! Sumber: pengusaha.us

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar

Enter Your Comment