5 Motivasi Mengejar Kesuksesan Menjadi Pengusaha Muda

Ada hal yang menarik jika anda sudah terlahir dengan julukan Pengusaha Muda Kaya Raya. Menuju ke dalam subuah kesuksesan membangun usaha itu tidaklah mudah banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya. Ini merupakan motivasi buat para kaulah muda agar selalu bisa berinovasi membangun usaha dan tidak lagi bergantung kepada orang tua atau pun orang lain.
Image from bejajo.com

1. Fokuskan diri sendiri pada hal yang sekarang kamu lakoni. Jangan tergoda untuk berinvestasi sana-sini sementara bisnis utama masih goyah.

Jadi yang perlu anda lakukan adalah membenahi diri sendiri, mampu mengenali potensi yang ada dalam diri sendiri sehingga kedepannya menjadi modal utama membangun suatu bisnis dengan bekal pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis itu sendiri. Kamu harus fokus pada hal yang saat ini sedang dilakoni. Jangan tergoda dulu untuk investasi sana sini atau melakukan perubahan di banyak tempat. Tetapkan target yang jelas dulu tiap bulannya. Misalnya saja kamu menetapkan target customer sekian ratus orang dalam sebulan. Dengan begini kamu bisa melakukan segala sesuatunya seaksimal mungkin dan jadi lebih fokus terhadap target yang kamu kejar. Hal ini tentu lebih membawa kebaikan daripada fokusmu terpecah-pecah untuk banyak hal. Ssetelah targetmu terpenuhi, baru kamu bisa menentukan target selanjutnya.

2. Jangan hanya fokus mengumpulkan modal, pikirkan juga bagaimana modal itu bisa kamu kembalikan. Karena pada esensinya, modal adalah hutang.

Ada target yang harus anda kejar dalam berbisnis. Sebelum mendapatkan keuntungan setidaknya modal utama harus kembali. Modal merupakan hal utama yang diperlukan untuk membangun bisnis sendiri. Ibarat membangun rumah, maka modal adalah pondasinya. Meski modal adalah hal penting, gak perlu menghalalkan segala cara demi mengumpulkan modal. Tanpa disadari, hal ini bisa berbahaya bagi bisnismu ke depan. Pinjaman yang kamu gunakan sebagai modal awal bisa menjadi hutang melilit yang membawa kebangkrutan. 

Daripada kamu meminjam pada bank yang tentu sangat berisiko, lebih bijak jika kamu meminjam uang orangtua kemudian mengembalikannya dalam bentuk cicilan tiap bulan. Selain itu kamu juga bisa kok mengajak teman atau saudara patungan untuk mendirikan bisnis bersama. Jangan lupa pikirkan bagaimana cara bisa mengembalikan modal pada para penanam. Jangan menghambur-hamburkan modal yang kamu terima untuk sektor-sektor yang tidak produktif. Ingat, modal adalah hutang!

3. Jangan gengsi untuk terus belajar dari pengusaha yang sudah ahli. Dari sini kamu bisa mendapat ilmu tanpa henti.

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, pepatah ini harus diterapkan jika kamu ingin menjadi pebisnis yang sukses di masa depan. Untuk menjadi pebisnis sukses kamu dituntut untuk selalu mau belajar. Kamu bisa bertanya pada orang-orang yang lebih ahli atau sudah lebih dulu terjun ke bisnis serupa demi bisa mendapat lebih banyak ilmu. Dengan mengadopsi sifat semacam ini, bisa dipastikan kamu dapat bertahan di dalam bisnis yang digeluti saat ini karena kamu selalu membuka diri untuk mau belajar.

4. Anda harus punya nyali besar untuk memulai suatu Bisnis. Anda harus bermental baja dan berani ambil risiko demi bisnismu ke depannya.

Nyali bukan cuman dimiliki tapi di perbesar jika ingin sukses ke depannya. Dengan memiliki nyali besar kamu pun jadi lebih berani mengambil resiko. Karena risiko besar juga keuntungannya besar. Memang gambling, namun jika kamu ingin sukses maka kamu juga harus berani bertaruh.

5. Anda memang sedang berjuang merintis usaha sendiri, namun jika terus rugi kamu wajib tahu kapan harus berhenti.

Jika memang anda sedang berusaha mulai dari nol untuk merintis bisnis mandiri. Gak heran jika hal ini membuatmu belum memiliki keuntungan yang maksimal. Bahkan, mungkin saja kerugian demi kerugian sering kamu rasakan. Jika hal ini yang terjadi, waspadalah. Cermati dan evaluasi lagi apa yang terjadi di dalam bisnismu. Mungkin saja kamu perlu mengubah target market, mengevaluasi kembali metode yang digunakan selama ini, hingga mengganti image yang sudah melekat pada usahamu. Jika kerugian yang selalu didapatkan, jangan takut untuk mengubah haluan bisnismu atau justru berhenti. Sumber: hipwee.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar

Enter Your Comment