Kisah Sukses Penjual Kue Bingka di Batam dengan Omset Ratusan Juta Rupiah

Rosnendya Wisnu Wardhana adalah seorang pelaku penjual kue bingka di Batam. Dia memulai membangun usaha pada awalnya hanyalah pelaku penjual aneka jajanan pasar seperti kerupuk ikan, keripik talas hingga keladi pedas. Setelah beberapa bulan menjalankan usahanya itu dia mulai berpikir bagaimana mengembangkan usahanya itu dan fokus pada satu jajanan saja. Sehingga dia mulai membuat kue Bingka Bakar dan mencoba memasarkannya. Di awal-awal berjualan, kuenya kurang begitu laris. Dalam sehari paling hanya 15 loyang kue bingka yang laku terjual. "Saya ingat saat itu harganya Rp 8.000 per loyang," ujarnya.


Namun tidak hanya sampai disitu, Wisnu semakin gencar mempromosikan bisnisnya itu ke sejumlah acara baik ditingkat kelurahan, kecamatan, ataupun kabupaten. Lambat laun dari situ usaha kue bingka ini mulai membuahkan hasil. Dengan dukungan dari pemerintah batam pada agustus 2009 mengajak Pak Wisnu mengikuti Asia Food Festival di Singapore. Mulai dari situ Kue Bingka ini mulai dikenal Masyarakat batam maupun wisatawan. Usaha Pak Wisnu dikenal dengan nama Nay@dam


Photo Penjual Kue Bingka Nay@dam
Pada saat itu dia membuka gerai kecil-kecilan dengan modal yang secukupnya. Walaupun kecil-kecilan tetapi pengunjung sangat banyak mendatangi tempat usaha kue tersebut. Khususnya wisatawan yang berada di dalam maupun di luar daerahnya. Sehingga sejak itu, kue bingka miliknya sudah terkenal di luar Batam. Dan bahkan sudah menjadi kue khas dari Batam. Orang biasa membeli untuk dijadikan ole-ole khas dari Batam (Nay@dam).

Usaha tersebut terus berkembang seiring penambahan beberapa gerai dan penambahan produksi kue bingka. Juga terdapat beberapa varian rasa yang dibuatnya seperti rasa keju, Strowberi, buah naga, kiwi, wijen, durian dan masih banyak lainnya sehingga usaha ini cukup terkenal di kota Batam pada khususnya. Ia mampu memproduksi kue bingka bakar sebanyak 11.000 loyang setiap hari. Dengan harga jual Rp 20.000 per loyang, omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta rupiah. “Alhamdulillah cukup untuk menghidupi keluarga dan sekitar 60 karyawan,” katanya.


Berkat usaha kue Bingka ini, ia pun mendapatkan segudang prestasi. Beberapa di antaranya adalah pemenang terbaik 1 Wirausaha Muda Mandiri Bidang Usaha Boga Mandiri 2010, UMKM Kreatif versi Kadin Provinsi Kepulauan Riau 2010, The Best Entrepreneur of The Years 2011 oleh Indonesia Community Center. Prestasi lain yang didapatnya adalah The Indonesian Small & Medium Business & Entrepreneur Award (ISMBEA) 2012.

Sukses yang diraih oleh pak Wisnu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia sering kali jatuh bangun, namun dia tidak putus asa dan bangkit kembali menata usahanya itu. Butuh usaha dan kerja keras serta fokus pada satu jenis usaha. Kata Pak Wisnu

Semoga menjadi Inspirasi bagi kita semua. Salam sukses dari penulis...!! Terima Kasih

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Enter Your Comment